Monday, June 24, 2013

Harga Emas LLG dan Berjangka Kembali Ditutup Anjlok Seiring Lesunya Harga Logam Lain

Pada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga emas tampak mengalami pergerakan yang cenderung menguat (24/06). Harga logam mulia ini naik terbatas setelah pekan lalu membukukan penurunan mingguan yang signifikan di tengah kekhawatiran bahwa Fed akan segera mengurangi pembelian obligasi pemerintah AS. Kemelut likuiditas di China juga turut mendorong melemah harga emas pekan lalu.

Rebound teknikal yang terjadi di pasar emas sejak Jumat pekan lalu merupakan konsekuensi wajar setelah harga jatuh tajam. Harga emas pekan lalu sempat mencapai posisi paling rendah sejak bulan September 2010.

Dan kemarin harga emas LLG berada di posisi 1291.15 dollar per troy ons. Posisi harga emas spot ini melemah tipis saja yaitu sebesar 3.05 dollar dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Perdagangan hari ini membawa harga emas kembali melemah setelah sempat menguat hingga mencapai posisi 1301.55 dollar.

Namun pada penutupan perdagangan di bursa komoditas New York dan London dini hari tadi harga emas berjangka dan emas spot LLG mengalami penurunan lagi (25/06). Harga emas berakhir di teritori negatif, masih melanjutkan pergerakan bearish-nya minggu lalu, yang membukukan penurunan mingguan sebesar 7 persen. Para investor masih dilanda kekhawatiran mengenai pengetatan likuiditas yang dilakukan oleh pemerintah dan bank sentral China.

Harga emas spot LLG pada akhir perdagangan tampak berada pada posisi 1282.15 dollar per troy ons. Harga penutupan tersebut melemah sebesar 12.05 dollar dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Harga emas LLG pada perdagangan kemarin sebenarnya sempat mengalami kenaikan ke posisi 1301.55 dollar.

Sementara itu harga emas berjangka Comex untuk kontrak pengiriman bulan Agustus juga tampak terpukul. Harga emas kontrak paling aktif tersebut mengalami penurunan sebesar 14.9 dollar dan berakhir pada posisi 1277.10 dollar per troy ons.

Harga-harga logam mulia lain termasuk perak dan platinum mengalami penurunan yang cukup signifikan di tengah kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi global. Harga emas berada di kisaran 10 dollar lebih tinggi dari level terendah dalam tiga tahun belakangan yang dicapai pekan lalu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas pada perdagangan selanjutnya akan melemah terbatas. Tekanan terhadap komoditas ini tampaknya masih cukup kuat meskipun saat ini harga emas sudah berada dalam kondisi jenuh jual.

Harga Emas LLG Sesi Asia Fluktuatif, Cenderung Melemah

Harga emas spot LLG kemarin berakhir pada posisi 1294,10 dollar, mengalami peningkatan sebesar 9,65 dolar dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Kenaikan emas pada akhir kemarin lebih merupakan hasil dari "bargain hunting" daripada kondisi fundamental. Secara fundamental pasar emas tampaknya masih belum bisa bergerak naik solid di tengah kekhawatiran penarikan stimulus oleh The Fed.

Di samping kenaikan harga emas, harga logam-logam lain juga mengalami kenaikan terbatas. Perak untuk pengiriman Juli naik 13,6 sen, atau 0,69 persen, menjadi ditutup pada 19,959 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 5,7 dolar AS, atau 0,42 persen, menjadi ditutup pada 1,369.5 dolar per ounce.

Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga emas tampak mengalami pergerakan yang cenderung menguat (24/06). Harga logam mulia ini naik terbatas setelah pekan lalu membukukan penurunan mingguan yang signifikan di tengah kekhawatiran bahwa Fed akan segera mengurangi pembelian obligasi pemerintah AS. Kemelut likuiditas di China juga turut mendorong melemah harga emas pekan lalu.

Hari ini pergerakan harga emas masih tampak fluktuatif. Harga emas sempat mengalami rebound teknikal pada awal perdagangan. Akan tetapi tekanan jual masih menguasai pasar emas sehingga para pelaku pasar akhirnya kembali melepaskan portofolio emas mereka yang membuat harga kembali tergerus.

Rebound teknikal yang terjadi di pasar emas sejak Jumat pekan lalu merupakan konsekuensi wajar setelah harga jatuh tajam. Harga emas pekan lalu sempat mencapai posisi paling rendah sejak bulan September 2010.

Hari ini harga emas LLG berada di posisi 1291.15 dollar per troy ons. Posisi harga emas spot ini melemah tipis saja yaitu sebesar 3.05 dollar dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Perdagangan hari ini membawa harga emas kembali melemah setelah sempat menguat hingga mencapai posisi 1301.55 dollar.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas. Harga emas berpotensi untuk kembali mengetes level support di 1285 dollar. Sementara itu level resistance akan ditemui pada posisi 1310 dollar.

Kenaikan Harga Emas LLG Didukung Faktor Teknikal

Pada akhir perdagangan kemarin harga emas LLG dan berjangka tampak mengalami penurunan yang signifikan. Harga emas anjlok tajam dan mencapai posisi paling rendah sejak bulan September 2010 yang lalu didorong oleh sinyal dari The Fed yang akan mengurangi stimulus moneter di AS seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi di negara tersebut.

Harga emas berpotensi untuk melanjutkan penurunannya. Kondisi pasar emas saat ini sudah berada dalam posisi bearish kuat. Akan tetapi setelah anjlok tajam kemarin, hari ini harga berpotensi untuk alami konsolidasi sejenak. Untuk hari ini harga emas diperkirakan akan naik dulu, dan mengetes level resistance 1292 dollar. Sementara itu level support akan ditemui pada posisi 1260 dollar.

Tapi pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga emas, baik spot LLG maupun berjangka Comex, mengalami kenaikan terbatas. Di akhir pekan ini harga emas berjangka terbantu didorong aksi perburuan harga murah, setelah harga sempat anjlok ke level paling rendah sejak bulan September 2010 yang lalu.

Harga emas spot LLG dini hari tadi berakhir pada posisi 1294,10 dollar, mengalami peningkatan sebesar 9,65 dolar dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 5,8 dolar AS, atau 0,45 persen, menjadi menetap di 1.292 dolar AS per ounce.

Kenaikan emas pada akhir perdagangan dini hari tadi lebih merupakan hasil dari "bargain hunting" daripada kondisi fundamental. Secara fundamental pasar emas tampaknya masih belum bisa bergerak naik solid di tengah kekhawatiran penarikan stimulus oleh The Fed.

Di samping kenaikan harga emas, harga logam-logam lain juga mengalami kenaikan terbatas. Perak untuk pengiriman Juli naik 13,6 sen, atau 0,69 persen, menjadi ditutup pada 19,959 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 5,7 dolar AS, atau 0,42 persen, menjadi ditutup pada 1,369.5 dolar per ounce.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas masih akan berada dalam pola melemah untuk sementara. Kondisi ekonomi global yang kembali bergejolak akibat kemungkinan dikuranginya stimulus membuat harga komoditas ini cenderung melemah.

Penutupan Pasar, Harga Emas LLG dan Berjangka Terpuruk! Anjlok 6% Lebih

Sebelumnya harga emas spot LLG terpantau berada pada posisi 1344.70 dollar per troy ons. Harga emas spot tersebut mengalami penurunan signifikan sebesar 6.55 dollar dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang berada di level 1351.25 dollar per troy ons. Posisi harga emas LLG saat ini sekaligus merupakan yang paling rendah sejak tanggal 20 Mei lalu.

Namun pada akhir perdagangan dini hari tadi harga emas LLG dan berjangka tampak mengalami penurunan yang signifikan. Harga emas anjlok tajam dan mencapai posisi paling rendah sejak bulan September 2010 yang lalu didorong oleh sinyal dari The Fed yang akan mengurangi stimulus moneter di AS seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi di negara tersebut.

Harga emas spot LLG dini hari tadi berakhir pada posisi 1284.70 dollar per troy ons, setelah sempat anjlok ke posisi 1276.40 dollar per troy ons yang merupakan posisi paling rendah sejak September 2010. Harga emas spot LLG tersebut mengalami penurunan luar biasa tajam dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di level 1351.25 dollar.

Sementara itu harga emas berjangka Comex untuk kontrak pengiriman bulan Agustus tampak mengalami penurunan yang signifikan sebesar 6.4 persen. Harga emas kontrak paling aktif tersebut ditutup pada posisi 1286.20 dollar.

Gubernur Fed Ben Bernanke menyatakan bahwa akhir tahun mendatang bank sentral ini akan mulai mengurangi program stimulus moneternya. Rapat FOMC mempertahankan program pembelian obligasi pemerintah sebesar 85 miliar dollar per bulan, menyatakan bahwa “risiko penurunan outlook ekonomi dan pasar tenaga kerja” telah berkurang. Para pembuat kebijakan menaikkan prediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2014 mendatang menjadi kisaran 3-3.5 persen dan menurunkan outlook pengangguran menjadi 6.5 persen

Harga emas berpotensi untuk melanjutkan penurunannya. Kondisi pasar emas saat ini sudah berada dalam posisi bearish kuat. Akan tetapi setelah anjlok tajam kemarin, hari ini harga berpotensi untuk alami konsolidasi sejenak. Untuk hari ini harga emas diperkirakan akan naik dulu, dan mengetes level resistance 1292 dollar. Sementara itu level support akan ditemui pada posisi 1260 dollar.

Friday, June 21, 2013

Emas LLG 22 Juni

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga emas, baik spot LLG maupun berjangka Comex, mengalami kenaikan terbatas (22/06). Di akhir pekan ini harga emas berjangka terbantu didorong aksi perburuan harga murah, setelah harga sempat anjlok ke level paling rendah sejak bulan September 2010 yang lalu.
Harga emas spot LLG dini hari tadi berakhir pada posisi 1294,10 dollar, mengalami peningkatan sebesar 9,65 dolar dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 5,8 dolar AS, atau 0,45 persen, menjadi menetap di 1.292 dolar AS per ounce.
Kenaikan Harga Emas LLG Didukung Faktor Teknikal
Kenaikan emas pada akhir perdagangan dini hari tadi lebih merupakan hasil dari "bargain hunting" daripada kondisi fundamental. Secara fundamental pasar emas tampaknya masih belum bisa bergerak naik solid di tengah kekhawatiran penarikan stimulus oleh The Fed.
Secara internasional, emas diperdagangkan terutama melalui over-the-counter (OTC) transaksi dengan jumlah terbatas perdagangan di New York Mercantile Exchange (NYMEX) dan Tokyo Commodity Exchange (TOCOM). Kontrak berjangka dikenal sebagai kontrak berjangka emas. Spot emas diperdagangkan untuk penyelesaian dua hari kerja setelah tanggal transaksi, dengan hari kerja didefinisikan sebagai hari ketika kedua New York dan pasar London terbuka untuk bisnis. Tidak seperti banyak pasar komoditas, pasar forward untuk emas didorong oleh harga spot dan perbedaan suku bunga, mirip dengan pasar valuta asing, daripada pasokan yang mendasari dan dinamika permintaan. Ini karena emas, seperti mata uang, dipinjam dan dipinjamkan oleh bank sentral dan di pasar antar bank. Suku bunga untuk emas cenderung lebih rendah dari suku bunga domestik AS. Hal ini mendorong pinjaman emas sehingga bank sentral bisa mendapatkan bunga atas kepemilikan emas yang besar. Kecuali dalam keadaan khusus pasar emas cenderung berada dalam contango positif, yaitu harga berjangka emas lebih tinggi dari harga spot. Secara historis ini telah membuatnya menjadi pasar yang menarik untuk penjualan ke depan oleh produsen emas dan berkontribusi ke pasar derivatif yang aktif dan relatif cair. Harga emas juga membuat investasi lebih cair.
Di samping kenaikan harga emas, harga logam-logam lain juga mengalami kenaikan terbatas. Perak untuk pengiriman Juli naik 13,6 sen, atau 0,69 persen, menjadi ditutup pada 19,959 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 5,7 dolar AS, atau 0,42 persen, menjadi ditutup pada 1,369.5 dolar per ounce.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas masih akan berada dalam pola melemah untuk sementara. Kondisi ekonomi global yang kembali bergejolak akibat kemungkinan dikuranginya stimulus membuat harga komoditas ini cenderung melemah.