Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga emas, baik spot LLG maupun berjangka Comex, mengalami kenaikan terbatas (22/06). Di akhir pekan ini harga emas berjangka terbantu didorong aksi perburuan harga murah, setelah harga sempat anjlok ke level paling rendah sejak bulan September 2010 yang lalu.
Harga emas spot LLG dini hari tadi berakhir pada posisi 1294,10 dollar, mengalami peningkatan sebesar 9,65 dolar dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 5,8 dolar AS, atau 0,45 persen, menjadi menetap di 1.292 dolar AS per ounce.
Kenaikan emas pada akhir perdagangan dini hari tadi lebih merupakan hasil dari "bargain hunting" daripada kondisi fundamental. Secara fundamental pasar emas tampaknya masih belum bisa bergerak naik solid di tengah kekhawatiran penarikan stimulus oleh The Fed.
Secara internasional, emas diperdagangkan terutama melalui over-the-counter (OTC) transaksi dengan jumlah terbatas perdagangan di New York Mercantile Exchange (NYMEX) dan Tokyo Commodity Exchange (TOCOM). Kontrak berjangka dikenal sebagai kontrak berjangka emas. Spot emas diperdagangkan untuk penyelesaian dua hari kerja setelah tanggal transaksi, dengan hari kerja didefinisikan sebagai hari ketika kedua New York dan pasar London terbuka untuk bisnis. Tidak seperti banyak pasar komoditas, pasar forward untuk emas didorong oleh harga spot dan perbedaan suku bunga, mirip dengan pasar valuta asing, daripada pasokan yang mendasari dan dinamika permintaan. Ini karena emas, seperti mata uang, dipinjam dan dipinjamkan oleh bank sentral dan di pasar antar bank. Suku bunga untuk emas cenderung lebih rendah dari suku bunga domestik AS. Hal ini mendorong pinjaman emas sehingga bank sentral bisa mendapatkan bunga atas kepemilikan emas yang besar. Kecuali dalam keadaan khusus pasar emas cenderung berada dalam contango positif, yaitu harga berjangka emas lebih tinggi dari harga spot. Secara historis ini telah membuatnya menjadi pasar yang menarik untuk penjualan ke depan oleh produsen emas dan berkontribusi ke pasar derivatif yang aktif dan relatif cair. Harga emas juga membuat investasi lebih cair.
Di samping kenaikan harga emas, harga logam-logam lain juga mengalami kenaikan terbatas. Perak untuk pengiriman Juli naik 13,6 sen, atau 0,69 persen, menjadi ditutup pada 19,959 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 5,7 dolar AS, atau 0,42 persen, menjadi ditutup pada 1,369.5 dolar per ounce.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas masih akan berada dalam pola melemah untuk sementara. Kondisi ekonomi global yang kembali bergejolak akibat kemungkinan dikuranginya stimulus membuat harga komoditas ini cenderung melemah.
No comments:
Post a Comment