Pada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga emas tampak mengalami pergerakan yang cenderung menguat (24/06). Harga logam mulia ini naik terbatas setelah pekan lalu membukukan penurunan mingguan yang signifikan di tengah kekhawatiran bahwa Fed akan segera mengurangi pembelian obligasi pemerintah AS. Kemelut likuiditas di China juga turut mendorong melemah harga emas pekan lalu.
Rebound teknikal yang terjadi di pasar emas sejak Jumat pekan lalu merupakan konsekuensi wajar setelah harga jatuh tajam. Harga emas pekan lalu sempat mencapai posisi paling rendah sejak bulan September 2010.
Dan kemarin harga emas LLG berada di posisi 1291.15 dollar per troy ons. Posisi harga emas spot ini melemah tipis saja yaitu sebesar 3.05 dollar dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Perdagangan hari ini membawa harga emas kembali melemah setelah sempat menguat hingga mencapai posisi 1301.55 dollar.
Namun pada penutupan perdagangan di bursa komoditas New York dan London dini hari tadi harga emas berjangka dan emas spot LLG mengalami penurunan lagi (25/06). Harga emas berakhir di teritori negatif, masih melanjutkan pergerakan bearish-nya minggu lalu, yang membukukan penurunan mingguan sebesar 7 persen. Para investor masih dilanda kekhawatiran mengenai pengetatan likuiditas yang dilakukan oleh pemerintah dan bank sentral China.
Harga emas spot LLG pada akhir perdagangan tampak berada pada posisi 1282.15 dollar per troy ons. Harga penutupan tersebut melemah sebesar 12.05 dollar dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Harga emas LLG pada perdagangan kemarin sebenarnya sempat mengalami kenaikan ke posisi 1301.55 dollar.
Sementara itu harga emas berjangka Comex untuk kontrak pengiriman bulan Agustus juga tampak terpukul. Harga emas kontrak paling aktif tersebut mengalami penurunan sebesar 14.9 dollar dan berakhir pada posisi 1277.10 dollar per troy ons.
Harga-harga logam mulia lain termasuk perak dan platinum mengalami penurunan yang cukup signifikan di tengah kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi global. Harga emas berada di kisaran 10 dollar lebih tinggi dari level terendah dalam tiga tahun belakangan yang dicapai pekan lalu.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas pada perdagangan selanjutnya akan melemah terbatas. Tekanan terhadap komoditas ini tampaknya masih cukup kuat meskipun saat ini harga emas sudah berada dalam kondisi jenuh jual.
Rebound teknikal yang terjadi di pasar emas sejak Jumat pekan lalu merupakan konsekuensi wajar setelah harga jatuh tajam. Harga emas pekan lalu sempat mencapai posisi paling rendah sejak bulan September 2010.
Dan kemarin harga emas LLG berada di posisi 1291.15 dollar per troy ons. Posisi harga emas spot ini melemah tipis saja yaitu sebesar 3.05 dollar dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Perdagangan hari ini membawa harga emas kembali melemah setelah sempat menguat hingga mencapai posisi 1301.55 dollar.
Namun pada penutupan perdagangan di bursa komoditas New York dan London dini hari tadi harga emas berjangka dan emas spot LLG mengalami penurunan lagi (25/06). Harga emas berakhir di teritori negatif, masih melanjutkan pergerakan bearish-nya minggu lalu, yang membukukan penurunan mingguan sebesar 7 persen. Para investor masih dilanda kekhawatiran mengenai pengetatan likuiditas yang dilakukan oleh pemerintah dan bank sentral China.
Harga emas spot LLG pada akhir perdagangan tampak berada pada posisi 1282.15 dollar per troy ons. Harga penutupan tersebut melemah sebesar 12.05 dollar dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Harga emas LLG pada perdagangan kemarin sebenarnya sempat mengalami kenaikan ke posisi 1301.55 dollar.
Sementara itu harga emas berjangka Comex untuk kontrak pengiriman bulan Agustus juga tampak terpukul. Harga emas kontrak paling aktif tersebut mengalami penurunan sebesar 14.9 dollar dan berakhir pada posisi 1277.10 dollar per troy ons.
Harga-harga logam mulia lain termasuk perak dan platinum mengalami penurunan yang cukup signifikan di tengah kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi global. Harga emas berada di kisaran 10 dollar lebih tinggi dari level terendah dalam tiga tahun belakangan yang dicapai pekan lalu.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas pada perdagangan selanjutnya akan melemah terbatas. Tekanan terhadap komoditas ini tampaknya masih cukup kuat meskipun saat ini harga emas sudah berada dalam kondisi jenuh jual.
No comments:
Post a Comment